STRATEGI PEMBELAJARAN

Nama               : Reni Anggraini Gunawan

NIM                : 11901017

Kelas               : PAI 4C

Mata Kuliah    : Magang 1

Dosen              : Farninda Aditya, M. Pd.

LAPORAN BACAAN 6

STRATEGI PEMBELAJARAN

            Strategi berasal dari bahasa Yunani yakni strategos yang berarti suatu usaha agar amencapai kemenangan pada suatu pertempuran. Secara sempit, strategi mempunyai kesamaan dengan metode yang berarti cara untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan. Secara luas, strategi berarti suatu cara menetapkan keseluruhan aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.

            Kata instruction dalam Bahasa Inggris diterjemahkan sebagai kata pembelajaran. Dalam Bahasa Yunani, disebut instructus atau intruere yang berarti menyampaikan isi pikiran. Dapat diartikan bahwa arti instruksional dari pembelajaran adalah menyampaikan pendapat atau pandangan atau gagasan yang telah diolah secara signifikan. Pembelajaran secara harfiah berarti proses belajar. Pembelajaran dapat juga diartikan sebagai suatu proses penambahan pengetahuan dan wawasan melalui rangkaian aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang sehingga mengakibatkan suatu perubahan dan menambah pengetahuan baru di dalam dirinya. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu dalam mendapatkan suatu transformasi sikap yang baru secara keseluruhan, sebagai sebuah produk yang diciptakan berdasarkan pengalaman individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya (Rina Rachmawati: 2020).

            Terdapat beberapa pengertian mengenai strategi pembelajaran, yaitu: 1) Strategi pembelajaran merupakan suatu rencana perbuatan yang termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran.  2) Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, yang berarti arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. 3) Strategi pembelajaran merupakan suatu rencana yang dilaksanakan pendidik untuk mengoptimalkan potensi peseta didik agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan.

 

            Menurut Mansur dalam Haudi (2021), terdapat empat konsep dasar strategi pembelajaran, yaitu sebagai berikut:

1)      Mengidentifikasikan dan menetapkan tingkah laku dari kepribadian peserta didik sebagaimana yang diharapkan sesuai dengan tuntutan dan perubahan zaman.

2)      Mempertimbangkan dan memilih sistem belajar mengajar yang tepat untuk mencapai sasaran pembelajaran yang akurat.

3)      Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam menunaikan kegiatan mengajar.

4)      Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.

 

            Pada strategi pembelajaran, terdapat 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yaitu (Arin Tentrem Mawati: 2021):

1)      Strategi pengorganisasian pembelajaran

Strategi pengorganisasian pembelajaran ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu strategi mikro dan strategi makro. Strategi mikro merujuk kepada metode untuk pengorganisasian isi pembelajaran yang berkisar pada suatu konsep atau prinsip atau prosedur. Untuk strategi makro, strategi ini merujuk pada metode untuk mengorganisasi isi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu konsep atau prinsip atau prosedur. Strategi makro ini berkaitan dengan memilih, menata urusan, membuat sintesis dan rangkuman isi pembelajaran yang saling berhubungan. Pemilihan isi haruslah berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, yakni mengacu pada penetapan konsep yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Penataan urutan isi ini berpedoman pada keputusan untuk menata dengan urutan tertentu konsep yang nantinya akan diajarkan. Pembuatan sintesis dia antara konsep, prinsip, atau prosedur. Pembuatan rangkuman mengacu pada keputusan mengenai bagaimana cara dalam melakukan tinjauan ulang konsep serta kaitan yang sudah diajarkan.

2)      Strategi penyampaian pembelajaran

Strategi ini merupakan komponen variabel metode untuk melakukan proses pembelajaran. Fungsi dari strategi penyampaian belajar ini adalah menyampaikan isi pembelajaran kepada pembelajar; dan mengadakan informasi atau bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran untuk menampilkan dari unjuk kerja.

3)      Strategi pengelolaan pembelajaran

Strategi pengelolaan pembelajaran adalah komponen variabel metode yang berkaitan dengan bagaimana menata interaksi antar pembelajar dengan variabel metode pembelajaran lainnya. Strategi pengelolaan pembelajaran ini berkaitan dalam pengambilan keputusan mengenai strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian mana yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Ada 3 klasifikasi penting variabel dalam strategi pengelolaan pembelajaran ini, yaitu penjadwalan, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa, dan motivasi.

 

            Dalam penggunaan strategi pembelajaran terdapat beberapa prinsip yang digunakan dalam strategi pembelajaran, prinsip-prinsip tersebut adalah (Arin Tentrem Mawati: 2021).

1)      Berorientasi pada tujuan

Dalam pembelajaran, tujuan adalah komponen yang utama. Segala aktivitas pendidik dan peserta didik, mestilah diupayakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sebab keberhasilan suatu strategi pembelajaran dapat dilihat dari keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan.

2)      Aktivitas

Strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas peserta didik, baik aktivitas fisik, maupun aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental.

3)      Individualitas

Pendidik yang berhasil adalah pendidik yang dapat menangani seluruh peserta didiknya dalam mencapai tujuan, dan sebaliknya dikatakan pendidik yang tidak berhasil adalah pendidik yang tidak dapat menangani peserta didiknya dalam mencapai tujuan pembelajaran.

4)      Integritas

Dalam mengajar tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga dapat mengembangkan aspek afektif dan psikomotorik. Strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan seluruh kepribadian peserta didik yang mencakup kognitif, efektif, dan psikomotorik secara terintegrasi.

 

            Pada strategi pembelajaran terdapat klasifikasi-klasifikasi strategi pembelajaran, klasifikasi-klasifikasi tersebut adalah (Rina Rachmawati: 2020):

a)      Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Pada klasifikasi ini, pendidik memiliki kadar yang paling tinggi. Klasifikasi ini paling sering digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Contoh pengaplikasian dari strategi pembelajaran langsung ini seperti metode lecturing atau orasi, pertanyaan dedaktik, pengajaran terperinci, dan demonstrasi.

b)      Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (Indirect Instruction)

Strategi ini juga disebut dengan pembelajaran induktif., problem solving, pengambilan keputusan dan penemuan. Strategi pembelajaran tidak langsung ini berpusat pada peserta didik. Peran pendidik di sini adalah sebagai fasilitator, pendidik mengelola lingkungan belajar dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan belajar mengajar.

c)      Strategi Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction)

Strategi pembelajaran ini lebih mengarah kepada bentuk diskusi dan saling berbagi antar peserta didik. Kegiatan diskusi dan sharing diyakini mampu untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkreasi terhadap ide, pandangan, pengalaman, pendekatan dan pemahaman peserta didik.

d)      Strategi Pembelajaran Melalui Pengalaman

Strategi pembelajaran melalui pengalaman ini merupakan strategi pembelajaran induktif, yang mana kegiatan pembelajaran lebih mengarah pada pengalaman peserta didik sendiri dan berorientasi pada suatu tindakan atau aksi.

e)      Strategi Pembelajaran Mandiri

Strategi ini bertujuan untuk mengembangkan inisiatif perseorangan, kemandirian dan peningkatan diri. Strategi ini mendorong peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri masing-masing individu.

 

            Strategi pembelajaran memiliki beberapa tujuan dan manfaat, tujuan dari sterategi pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut (Isnu Hidayat: 2019):

1)      Sebagai proses pengembangan pengajaran sistematis yang dapat digunakan secara khusus sesuai dengan teori-teori pembelajaran dan pengajaran untuk menjamin kualitasnya. Perencanaan ini akan menganalisis kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran, yang termasuk melakukan evaluasi terhadap materi pelajaran dan aktivitas pengajaran.

2)      Sebagai disiplin ilmu pengetahuan yang memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori-teori tentang strategi pengajaran dan implementasinya dalam pembelajaran.

3)      Sebagai sains, maksudnya yakni mengkreasikan secara detail spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi, dan pemeliharaan terhadap situasi atau fasilitas dalam pembelajaran di lingkup unit-unit yang luas dan sempit dari materi pelajaran dengan segala tindakan kompleksitas nya.

4)      Sebagai realitas, yaitu ide pengajaran yang dapat dikembangkan dengan memberikan hubungan pengajaran di setiap waktu. Dalam prosesnya, perencana mengecek bahwa semua kegiatan telah sesuai dengan tuntutan sains serta dilaksanakan secara sistematik.

5)      Sebagai suatu sistem, yaitu susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur yang menggerakkan pembelajaran. Pengembangan sistem pembelajaran melalui proses yang sistematik selanjutnya dapat diimplementasikan dengan mengacu pada sistem perencanaan.

6)      Sebagai teknologi, yaitu perencanaan yang mendorong pengguna teknik-teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif serta teori-teori konstruktif terhadap solusi dari masalah pengajaran.

            Selain itu terdapat pula manfaat-manfaat dari strategi pembelajaran, yaitu:

a)      Bagi peserta didik

1.      Peserta didik terbiasa untuk belajar dengan perencanaan yang telah disesuaikan dengan kemampuan diri peserta didik.

2.      Peserta didik memiliki pengalaman yang berbeda dengan teman-temanya, meskipun terdapat juga pengalaman belajar yang sama.

3.      Peserta didik dapat memacu prestasi berdasarkan dengan kecepatan belajar masing-masing secara optimal.

4.      Terjadinya persaingan yang sehat dalam mencapai hasil belajar yang efektif dan efisien.

5.      Peserta didik mendapatkan kepuasan jika hasil dari belajarnya sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.

6.      Peserta didik dapat mengulang ujian jika terjadinya kegagalan dalam uji kompetensi.

7.      Peserta didik dapat berkolaborasi dalam proses pembelajaran sehingga dapat menumbuhkan tanggung jawab bersama di samping tanggung jawab sendiri.

b)      Bagi pendidik

1.      Pendidik dapat mengelola proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang efektif dan efisien.

2.      Pendidik dapat mengontrol kemampuan peserta didiknya secara teratur.

3.      Pendidik dapat mengetahui bobot soal yang dipelajari peserta didik proses pembelajaran dimulai.

4.      Pendidik dapat memberi bimbingan ketika peserta didik mengalami kesulitan.

5.      Pendidik dapat membuat peta kemampuan peserta didik yang dapat digunakan sebagai bahan analisis.

6.      Pendidik dapat melaksanakan program belajar akselerasi bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih.

 

            Tujuan strategi pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila strategi pembelajaran tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Strategi pembelajaran mampu menciptakan situasi yang sarat dengan stimulasi yang ada dalam pikiran peserta didik. 2) Strategi pembelajaran mampu untuk memberikan kesempatan pada peserta didik untuk meneladani sendiri ilmu pengetahuannya. 3) Strategi pembelajaran mampu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan kerja sama dengan peserta didik lainnya. 4) Strategi pembelajaran mampu untuk menciptakan suasana aman kepada peserta didik untuk melakukan kesalahan sebagai suatu proses. 5) Strategi pembelajaran mampu dalam menghubungkan antara apa yang diketahui, dipahami, dan dialami oleh peserta didik dengan dunia nyata atau konteks tual (Rina Rachmawati: 2020).

 

            Dalam memilih strategi pembelajaran terdapat kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan strategi pembelajaran. Kriteria-kriteria tersebut adalah a) berorientasi pada tujuan pembelajaran yang terkait tipe perilaku yang diharapkan agar dapat dicapai oleh peserta didik. b) memilih teknik pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki oleh peserta didik di dunia kerja nantinya. c) menggunakan media pembelajaran sebanyak mungkin yang dapat memberikan rangsangan pada indra peserta didik (Isnu Hidayat: 2019).

 

___________________________________________________________________________________

Referensi:

Haudi. 2021. Strategi Pembelajaran. Insan Cendekia Mandiri: Sumatra Barat.

Hidayat, Isnu. 2019. 50 Strategi Pembelajaran Populer. DIVA Press: Yogyakarta.

Mawati, Arin Tentrem dkk. 2021. Strategi Pembelajaran. Yayasan Kita Menulis.

Rachmawati, Rina dkk. 2020. Call for Book Tema 2 (Strategi Pembelaran). Jakad Media Publishing: Surabaya.

Komentar