Meresume Sistematika Penulisan Skripsi
Nama : Reni Anggraini Gunawan
NIM : 11901017
PAI A/1
"Meresume Sistematika Penulisan Skripsi Mahasiswa PAI/FTIK IAIN Pontianak di Perpustakaan IAIN Pontianak"
1. Sampul
K.H. Mas’udi adalah pendidik sekaligus pendakwah yang banyak berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di Kalimantan Barat. Beliau telah mendirikan beberapa madrasah, surau, dan masjid dalam upayanya mengembangkan pendidikan Islam di Kalimantan Barat. Dari latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah ; (1) Untuk mengetahui kontribusi K.H. Mas’udi dalam pengembangan pendidikan Islam di Kalimantan Barat. (2) Untuk mengetahui kontribusi K.H. Mas’udi dalam bidang memakmurkan masjid sebagai pusat pendidikan Islam di Kalimantan Barat. (4) Untuk mengetahui kontribusi K.H. Mas’udi dalam melahirkan karya-karya yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan agama Islam di Kalimantan Barat.
4. Daftar Isi
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II. URGENITAS KAJIAN PENDIDIKAN ISLAM DI KALIMANTAN BARAT
A. Penelitian Terdahulu yang Relevan
B. Keadaan Dakwah dan Pengajaran
Agama Islam di Kalimantan Barat
C. Dinamika Madrasah di Kalimantan
Barat
D. Masjid dan Surau sebagai Pusat
Pendidikan Islam di Kalimantan Barat
E. Karya-karya Ulama Kalimantan Barat
dalam Bidang Pendidikan Agama Islam
BAB III. METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Penentuan Sumber Data
C. Pemilihan Setting
D. Teknik dan Alat Bantu Pengumpulan
Data
E. Prosedur dan Teknik Analisis Data
F. Keabsah Data
BAB IV. PEMBAHASAN
A. Profil K.H. Mas’udi
B. Kontribusi K.H. Mas’udi dalam
Pengembangan Pendidikan Islam di
Kalimantan Barat
C. Kontribusi K.H. Mas’udi dalam
Bidang Pengembangan Madrasah di
Kalimantan Barat
D. Kontribusi K.H. Mas’udi dalam
Bidang Memakmurkan Masjid sebagai
Pusat Pendidikan Agama Islam di
Kalimantan Barat
E. Kontribusi K.H. Mas’udi dalam
Melahirkan Karya-karya yang Berkaitan
denganPendidikan Agama Islam di
Kalimantan Barat
BAB V. PENUTUP
A. Kesimpul
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
5. Kutipan
• Menurut Kuntowijoyo (2013: 23) yang menyatakan bahwa, “Membaca autobiogragfi dan biografi tokoh-tokoh dalam dunianya sangat penting. Autobiografi dan biografi pasti bercerita banyak tentang perubahan, yang akan memberi inspirasi untuk melangkah”. (Kuntowijiyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Tiara Wacana.)
• Syahrin Harahap (2011: 6) menyatakan bahwa, “ Salah satu bentuk kajian dalam bidang pemikiran Islam adalah studi tokoh”.
(Syahrin Harahap. 2011. Metodologi Studi Tokoh Pemikiran Islam. Jakarta : Prenada.)
• Munawar M. Saad (2008: 157), menyatakan bahwa, “ Dakwah pada hakekatnya merupakan upaya untuk mempengaruhi seseorang dalam bertindak dan berperilaku”.
(Munawar M. Saad. 2008. Sosiologi Dakwah Pontianak : STAIN Pontianak Press.)
• Menurut Azyumardi Azra (2012: 8), adalah “ Menciptakan pribadi Hamba Allah yang selalu bertakwa kepada Nya, dan dapat mencapai kehidupan bahagia didunia dan diakhirat”.
(Azyumardi Azra. 2012. Pendidikan Islam : Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.)
• Menurut Hermansyah (2012: 4), “ Informasi terawal keberadaan orang Islam pertama kali datang ke Kalimantan Barat pada awal abad ke-15 yang dibawa oleh orang Cina. Diketahui bahwa pada tahun 1407, di Sambas didirikan Muslim/Hanafi – sebuah komunitas Cina”.
(Hermansyah. 2012. Pengembangan Islam di Pedalaman Kalimantan. Pontianak : STAIN Press.)
• Erwin Mahrus (2013: 54), menyatakan bahwa, “Pada tahun 1407 M sudah da kerajaan yang memeluk agama Islam yaitu Landak dengan rajanya Raden Abdul Kahar. Dimasa pemerintahan Raden Abdul Kahar, beliau telah memeluk Islam sehingga dapat dikatakan Islam berawal dar Kerajaan Landak”.
(Erwin Mahrus. 2013. Sejarah Pendidikan Islam. Pontianak : STAIN Press.)
• Menurut Enung K Rukiati dan Fenti Hikmawat (2006: 46), “Pada tahun 1716 M di Kalimantan terdapat ulama besra yang bernama Syekh Arsyad Al-Banjari dari Desa Kalampayan yang terkenal sebagai pendidik dan mubaligh besar, pengaruhnya meliputi seluruh Kalimantan”.
(Enung K Rukiatai dan Fenti Hikmawati. 2006. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung : Pustaka Setia.)
• Menurut Mahmud Yunus (2008: 382), “Madrasah yang tertua di Kalimantan Barat ialah Madrasatun Najah wal Falah di Bakau Besar Mempawag. Madrasah tersebut didirikan pada tahub 1918 M’. (Mahmud Yunus. 2008. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta : PT. Mahmud Yunus Wadzurriyyah.)
• Menurut Sugiyono (2015: 6) menyatakan bahwa, “Berdasarkan metode, peelitian dapat dibedakan menjadi : Penelitian survey, exposfacto, eksperimen, naturalistik, policy research, action research, evaluasi, sejarah, dan Research and Development (R&D)”.
(Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.)
• Catherine Dawson (2010: 135)
menyebutkan bahwa, “Mereduksi data merupakan kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus permasalahan”.
(Catherine Dawson. 2010. Metode Penelitian Praktis: Sebuah Panduan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.)
6. Daftar Pustaka
• Agus Handini. 2012. Psikologi Pendidikan. Pontianak: STAIN Pontianak Press.
• Basri. 2006. Metodologi Penelitian Sejarah (Pendekatan, Teori dan Praktik). Jakarta: Restu Agung Jakarta.
• Hamka. 2015. Keadilan Sosial dalam Islam. Jakarta: Gema Insani.
• Musfiqon. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prestasi Pustakaraya..
• Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
• Sujadi. 2003. Manusia dalam Perspektif Islam : Kajian Sosioantropologis dengan Pendekatan Teologis. Pontianak: Yayasan Insan Cita Kalimantan Barat.
• Sulasman. 2014. Metodologi Penelitian Sejarah : Teori, Metode, Contoh Aplikasi. Bandung: Pustaka Setia.
• Surahman Hidayat. 2007. Islam Pluralisme dan Perdamaian. Jakarta: Pranada Media.
• Suwito. 2005. Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Jakarta: Pranada Media.
• Ulfa Saryu. 2016. Kontribusi H.M. Yusuf Saigon (1942) dalam Pendidikan Islam di Kalimantan Barat. Skripsi. FTIK. Pendidikan Agama Islam. IAIN Pontianak.
KONTRIBUSI K.H. MAS’ UDI DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI KALIMANTAN BARAT
Disusun Oleh : DIAH SULASTRI
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUS AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUS AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK
TAHUN 1440 H/2019M
2. Motto
Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Al-Insyirah: 5-6)
“SETIAP MASALAH PASTI ADA SOLUSINYA”
3. Abstrak
4. Daftar Isi
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II. URGENITAS KAJIAN PENDIDIKAN ISLAM DI KALIMANTAN BARAT
A. Penelitian Terdahulu yang Relevan
B. Keadaan Dakwah dan Pengajaran
Agama Islam di Kalimantan Barat
C. Dinamika Madrasah di Kalimantan
Barat
D. Masjid dan Surau sebagai Pusat
Pendidikan Islam di Kalimantan Barat
E. Karya-karya Ulama Kalimantan Barat
dalam Bidang Pendidikan Agama Islam
BAB III. METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Penentuan Sumber Data
C. Pemilihan Setting
D. Teknik dan Alat Bantu Pengumpulan
Data
E. Prosedur dan Teknik Analisis Data
F. Keabsah Data
BAB IV. PEMBAHASAN
A. Profil K.H. Mas’udi
B. Kontribusi K.H. Mas’udi dalam
Pengembangan Pendidikan Islam di
Kalimantan Barat
C. Kontribusi K.H. Mas’udi dalam
Bidang Pengembangan Madrasah di
Kalimantan Barat
D. Kontribusi K.H. Mas’udi dalam
Bidang Memakmurkan Masjid sebagai
Pusat Pendidikan Agama Islam di
Kalimantan Barat
E. Kontribusi K.H. Mas’udi dalam
Melahirkan Karya-karya yang Berkaitan
denganPendidikan Agama Islam di
Kalimantan Barat
BAB V. PENUTUP
A. Kesimpul
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
5. Kutipan
• Menurut Kuntowijoyo (2013: 23) yang menyatakan bahwa, “Membaca autobiogragfi dan biografi tokoh-tokoh dalam dunianya sangat penting. Autobiografi dan biografi pasti bercerita banyak tentang perubahan, yang akan memberi inspirasi untuk melangkah”. (Kuntowijiyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Tiara Wacana.)
• Syahrin Harahap (2011: 6) menyatakan bahwa, “ Salah satu bentuk kajian dalam bidang pemikiran Islam adalah studi tokoh”.
(Syahrin Harahap. 2011. Metodologi Studi Tokoh Pemikiran Islam. Jakarta : Prenada.)
• Munawar M. Saad (2008: 157), menyatakan bahwa, “ Dakwah pada hakekatnya merupakan upaya untuk mempengaruhi seseorang dalam bertindak dan berperilaku”.
(Munawar M. Saad. 2008. Sosiologi Dakwah Pontianak : STAIN Pontianak Press.)
• Menurut Azyumardi Azra (2012: 8), adalah “ Menciptakan pribadi Hamba Allah yang selalu bertakwa kepada Nya, dan dapat mencapai kehidupan bahagia didunia dan diakhirat”.
(Azyumardi Azra. 2012. Pendidikan Islam : Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.)
• Menurut Hermansyah (2012: 4), “ Informasi terawal keberadaan orang Islam pertama kali datang ke Kalimantan Barat pada awal abad ke-15 yang dibawa oleh orang Cina. Diketahui bahwa pada tahun 1407, di Sambas didirikan Muslim/Hanafi – sebuah komunitas Cina”.
(Hermansyah. 2012. Pengembangan Islam di Pedalaman Kalimantan. Pontianak : STAIN Press.)
• Erwin Mahrus (2013: 54), menyatakan bahwa, “Pada tahun 1407 M sudah da kerajaan yang memeluk agama Islam yaitu Landak dengan rajanya Raden Abdul Kahar. Dimasa pemerintahan Raden Abdul Kahar, beliau telah memeluk Islam sehingga dapat dikatakan Islam berawal dar Kerajaan Landak”.
(Erwin Mahrus. 2013. Sejarah Pendidikan Islam. Pontianak : STAIN Press.)
• Menurut Enung K Rukiati dan Fenti Hikmawat (2006: 46), “Pada tahun 1716 M di Kalimantan terdapat ulama besra yang bernama Syekh Arsyad Al-Banjari dari Desa Kalampayan yang terkenal sebagai pendidik dan mubaligh besar, pengaruhnya meliputi seluruh Kalimantan”.
(Enung K Rukiatai dan Fenti Hikmawati. 2006. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung : Pustaka Setia.)
• Menurut Mahmud Yunus (2008: 382), “Madrasah yang tertua di Kalimantan Barat ialah Madrasatun Najah wal Falah di Bakau Besar Mempawag. Madrasah tersebut didirikan pada tahub 1918 M’. (Mahmud Yunus. 2008. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta : PT. Mahmud Yunus Wadzurriyyah.)
• Menurut Sugiyono (2015: 6) menyatakan bahwa, “Berdasarkan metode, peelitian dapat dibedakan menjadi : Penelitian survey, exposfacto, eksperimen, naturalistik, policy research, action research, evaluasi, sejarah, dan Research and Development (R&D)”.
(Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.)
• Catherine Dawson (2010: 135)
menyebutkan bahwa, “Mereduksi data merupakan kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus permasalahan”.
(Catherine Dawson. 2010. Metode Penelitian Praktis: Sebuah Panduan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.)
6. Daftar Pustaka
• Agus Handini. 2012. Psikologi Pendidikan. Pontianak: STAIN Pontianak Press.
• Basri. 2006. Metodologi Penelitian Sejarah (Pendekatan, Teori dan Praktik). Jakarta: Restu Agung Jakarta.
• Hamka. 2015. Keadilan Sosial dalam Islam. Jakarta: Gema Insani.
• Musfiqon. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prestasi Pustakaraya..
• Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
• Sujadi. 2003. Manusia dalam Perspektif Islam : Kajian Sosioantropologis dengan Pendekatan Teologis. Pontianak: Yayasan Insan Cita Kalimantan Barat.
• Sulasman. 2014. Metodologi Penelitian Sejarah : Teori, Metode, Contoh Aplikasi. Bandung: Pustaka Setia.
• Surahman Hidayat. 2007. Islam Pluralisme dan Perdamaian. Jakarta: Pranada Media.
• Suwito. 2005. Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Jakarta: Pranada Media.
• Ulfa Saryu. 2016. Kontribusi H.M. Yusuf Saigon (1942) dalam Pendidikan Islam di Kalimantan Barat. Skripsi. FTIK. Pendidikan Agama Islam. IAIN Pontianak.
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5
Gambar 6
Gambar 7







Komentar
Posting Komentar