Pengalaman Berbahasa
Pada kesempatan ini, saya akan menceritakan pengalaman berbahasa saya. Saya berasal dari Tayan, dan bahasa sehari-hari saya dan orang-orang di lingkungan sekitar saya tinggal adalah Bahasa Melayu Tayan. Pada tahun 2014 ketika saya pindah ke Pontianak dan masuk MTs, saya mempunyai teman-teman yang asli Pontianak. Saat itu di sekolah teman saya bertanya "Nak kemane ren?" Saya pun menjawab "Ke sinun nah" teman saya heran "hah? Sinun? Ape tu?" . Saya pun ketawa, saya baru ingat saya sedang berada di Pontianak. Saya pun menjelaskan bahwa sinun itu artinya sana, dan masih banyak lagi bahasa Tayan yang sering saya sebut dan teman-teman saya tidak mengerti seperti nyan am, tok bah, sidak, dan lain-lainnya. Ada lagi, ketika saya berada di rumah sepupu saya. Ketika itu dia bertanya kepada saya, "ren, mane buku aku?" Saya pun menjawab "dekat lawang nah" lalu sepupu saya bertanya lagi "ape tu lawang?'' saya jawab "pintu bah, pintu" sepupu saya pun berkata "oh, kire aku ape lah"
Dan kami pun tertawa karena perbedaan bahasa kami. Dan ini, ketika saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan "ih bual yak" saya tidak mengerti apa itu bual yang mereka bicarakan, akhirnya mereka menjelaskan bahwa bual itu bohong.
Setelah lama tinggal di Pontianak, kini akhirnya saya memahami bahasa-bahasa dari Pontianak.
Dari pengalaman ini saya banyak belajar bahasa-bahasa baru, dan di Indonesia ini mempunyai beraneka ragam bahasa.
Sekian cerita tentang pengalaman bahasa saya, terima kasih.
Dan kami pun tertawa karena perbedaan bahasa kami. Dan ini, ketika saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan "ih bual yak" saya tidak mengerti apa itu bual yang mereka bicarakan, akhirnya mereka menjelaskan bahwa bual itu bohong.
Setelah lama tinggal di Pontianak, kini akhirnya saya memahami bahasa-bahasa dari Pontianak.
Dari pengalaman ini saya banyak belajar bahasa-bahasa baru, dan di Indonesia ini mempunyai beraneka ragam bahasa.
Sekian cerita tentang pengalaman bahasa saya, terima kasih.
Komentar
Posting Komentar